Home » , » Quality Control & Prinsip Reproduksi Warna Pada Cetak Offset

Quality Control & Prinsip Reproduksi Warna Pada Cetak Offset

Posted by Shona Design on 27 October 2016

Mengapa sih harus ada Quality Control? "Quality is meet you customer requirement". Kualitas yang baik adalah apabila hasil yang dicapai sesuai dengan keinginan customer. Meskipun menurut operator produksi cetak bagus tapi bila menurut klien kurang bagus maka hasil tersebut belum mencapai kualitas yang baik dan memuaskan pastinya.

Pada dasarnya permasalahan dari kualitas cetak adalah bermula dari belum adanya standarisasi warna serta harus seperti apa kita menciptakan warna tersebut di mesin cetak.

Ada beberapa terminologi dari kebiasaan di industri percetakan untuk merunjuk kepada seluruh kualitas cetak, diantaranya :

  1. Warna sesuai dengan proof atau sample
  2. Register cetak tercapai
  3. Hasil cetak tidak terjadi problem cetak atau cacat.

Bagi anda yang belum tau apa itu register, register itu adalah ketepatan warna dalam cetakan. Bila Register ini tidak tercapai maka hasilnya cetakan kita akan buram atau seperti bayang-bayang.

Berikut gambar hasil cetakan dengan Register yang pas/ sukses


Sedangkan gambar di bawah ini adalah hasil cetakan dengan Register yang tidak pas sehingga hasil cetakan terlihat berbayang.


Jika Register blm tercapai kita harus menyetel lagi posisi plat kita agar Register nya tercapai. Ada alat yang memudahkan kita untuk mengecek apakah Register ini tercapai atau tidak, bentuk alatnya seperti kaca pembesar. Dengan menggunakan alat pembesar ini kita bisa lebih mudah melihat Register pada cetakan.

(Gambar alat untuk melihat register)

(gambar preview ketika melihat Register dengan menggunkan alat)

Tanya jawab seputar Cetak Offset :

Untuk register yg kaca pembesar itu, buat liat register dimana? di cetakan yg sudah jadi atau di plat bang? 
Lihat di cetakannya bang, sebelum itu kita mesti buat simbol registernya terlebih dahulu pada desainnya.

Kalau mau cetak dengan warna khusus gimana? 
Dengan cetak warna CMYK ditambah 1 warna khusus tersebut. Biasanya kalau pada cetakan ada warna khusunya mesti harus jalan warna khususnya dulu supaya ntar warna khususnya gak kecampur sama warna CMYK

Sebelum cetak kan udah ada plat registernya, yg buat bolong2in di pinggir plat itu, kl uda pake plat register itu apa ada kemungkinan lagi registernya ga pas setelah platnya masuk rol?
Iya pasti bisa gak pas, makanya kita harus selalu cek hasil cetaknya. Kalau dirasa register sudah OK baru boleh jalan cetak banyak

Untuk mesin offset, apakah operator masih bisa kontrol warnanya manual ya? misal cyan kurang naik, dsb...?
Iya, betul sekali. Setiap kali cetak harus di cek warnanya, apakah warnanya turun atau nggak. Tahap awal testing 5 lembar dulu kalau udah bagus bisa langsung cetak banyak. Tetapi tetap dikontrol hasil warna cetaknya.

Penggunaan plat pada cetakan, apakah ada batasan umur gitu? ada maks cetak brp banyak, kalo sudah lewat batas apakah ada yg rontok tulisan di platnya?
Pada dasarnya plat tidak ada batas umurnya, jadi aman dipakai kapanpun. Kecuali film yang di plat tersebut sudah rusak, seperti terkena banjir harus di plat ulang.

Misal kita ngedesain packaging.. Nah hal apa yg harus d perhatikan.. Agar design yg kita bikin pas dan ketika dicetak hasilnya bagus..? Kadang kan kita bikin desain bagus pas di cetak kliatan kurang bagus gtu.. !
Yang perlu diperhatikan betul dalam membuat desain adalah : warna, bentuk kunciannya, dan bleed (lebihan atau jarak aman potong dan plong). Kemudian yang sering diabaikan adalah mode gambar. Biasakan ketika awal desain menggunakan mode CMYK bukan RGB. Memang sih kalo pake RGB jadi terlihat lebih bagus dilayar komputer, tetapi pada proses cetak menggunakan mode CMYK sehingga kadang terjadi pergeseran warna hasil cetaknya.

Misal kita desain di photoshop pake mode CMYK, dan di save as dalam bentuk jpg, itu nanti desainnya kan berubah warna, gak sesuai sama yg kita desain. Supaya sama itu gimana ya? Apa cuma di layar aja yg beda tapi pas di cetak warnanya jadinya kayak yang di psd?
Secara matematis, tidak akan beda hasil cetaknya kalau di awal desain menggunakan mode CMYK.
Hanya saja pada saat preview atau mau proof desain melalu HP di save as dulu ke mode RGB supaya tidak berubah warnanya, baru kemudian saat akan dicetak dirubah ke CMYK.

Bagaimana processing menyamakan warna yg diberikan klien, terutama warna campuran. Apakah ada alatnya ? Jika melalui proofing seringkali tidak sama bahkan 1% pasti lari dari warna contoh !
Memang betul, hasil cetak pasti ada pergeseran sedikit dari warna aslinya. Agar meminimilkan perbedaan warna, bisa kita lab kan dulu proof nya untuk mendapatkan sample tinta nya, sedangkan untuk warna campuran, biasanya operator cetak mesti campur warna secara manual. Bisa juga disebut warna raster atau kalau di kalangan offset disebut gradasi serem. 


====================================================================
Demikian sedikit tulisan tentang Quality Control & Prinsip Reproduksi Warna Pada Cetak Offset dan juga tanya jawab seputar cetak offset yang dipandu oleh Mas Dani Irawan
Tulisan ini disampaikan oleh Mas Dani Irawan pada Kulgram IGD Design Class (Indonesian Graphic Designers) pada hari Senin 24 Oktober 2016 jam 20.00 WIB





0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar, mohon tidak menuliskan SARA

.comment-content a {display: none;}